Postingan

Opsi Kedua

Gambar
Kata orang bijak, hidup adalah tentang pilihan-pilihan. Opsi-opsi.  Seperti tulisan ini. Awalnya, paragraf pertamanya saya hendak bikin seperti ini; 'dunia jurnalistik tanah air akhir-akhir ini dihebohkan dengan penangkapan WP. Seorang yang mengaku jurnalis'.  Tapi setelah saya pikir-pikir, yang heboh siapa, yang dihebohkan apa? Teman-teman jurnalis profesional malah tidak kenal WP selain dari berita konyol soal mahasiswi, 2016 lalu. Maka saya memilih opsi kedua. Tulisan ini saya awali ya seperti diatas itu. Mengutip quote. Ala-ala. Ulasan jurnalis senior M Dahlan Abubakar  rasanya cukup soal kasus WP. Melengkapi penjelasan kadis kominfo dan kapolres. Meski blio juga ngaku sempat tertipu oleh 'kehebohan' WP. Sebagaimana seorang anggota DPR-RI juga berstatement tanpa ngerti duduk percoalan.  Pembahasan mengenai WP saya anggap tamat.  Tapi ini masih tentang opsi. Kita bisa memilih ikut-ikutan ribut -sebagaimana budaya kita-. Atau kita pilih opsi kedua. Rileks. Aga...

Belajar Humas Era 5.0

Gambar
Beberapa hari lalu, saya dikirimi link berita oleh seorang kawan. Isinya tentang humas salah satu pemda di Indonesia yang bakal mengontrak influencer. Saya sendiri seorang guru. Tetapi karena punya pengalaman jurnalistik beberapa tahun, saya diperbantukan di Dinas Kominfo. Baru beberapa bulan.  Membaca link berita itu, dengan berada di lingkungan humas, membuat saya semakin ngeh. Makin melek dan tersadar bahwa dunia kehumasan jelang era 5.0 sudah sangat berubah. Dulu saat saya jurnalis, berita teks plus foto pendukung sudah cukup menjadi senjata humas. Sekarang? Maka saya melakukan riset. Kecil-kecilan tentu. Saya membaca makalah dan menyimak ringkasan seminar kehumasan. Saya juga mengingat-ingat kembali diskusi saya dengan beberapa teman yang lebih dulu aktif sebagai humas, dan tentu searching di Google.  Hasil riset itu ingin saya rangkum lewat poin. Mana tau berguna kedepannya. * Humas adalah praktik mengelola penyebaran informasi antara individu atau organisasi dan ma...

MTG yang Kukenal

Gambar
 14 Januari 2021 Muslimin Tanra Gany, ia akrab disapa Miming. Teman-teman juga biasa menyingkat namanya jadi MTG. Saya mengenal beliau sejak awal tugas di Parepare.  Waktu itu sebuah massenger masuk. Menginfokan dugaan pungli. Korbannya puluhan orang. Kalau tidak salah totalnya sampai Rp70 juta. Kasus itu menggelinding di media, dan akhirnya pungutan itu dikembalikan.  Sampai sekarang kalau saya ketemu, mereka tak henti berterimakasih. Bonusnya ditraktir makan atau  ngopi. Padahal itu semata berkat keberanian MTG. Waktu pangkatnya tertahan bertahun-tahun, MTG melawan. Ia dituding macam-macam. Mulai dari malas ngantor sampai tidak netral pada Pilkada.  Miming kembali melawan. Ia berpegang teguh pada asas  actori incumbit onis probandi.  Siapa yang mendalilkan, ia yang harus membuktikan. Faktanya, ia tidak pernah sekalipun diberi sanksi apalagi teguran. Lantas tetiba pangkatnya ditahan. Ia menembus Ombudsman, dan KASN. Tak gentar berseberangan dengan pen...

Membaca Cincin Impian

Gambar
  Seorang bijak pernah berkata, balaslah buku dengan buku. Saya kurang paham maksud sebenarnya. Mungkin agar tercipta dialektika yang berkualitas, budaya dan lingkungan yang literate, dan semacamnya. Paling tidak ini salah satu manfaat yang saya rasakan dari terbitnya 'Perspektif'. Buku berbalas buku. Ulasan dibalas ulasan. Maka sepekan dua pekan ini, koleksi buku saya bertambah beberapa buah.  Buku yang pertama datang Supriadi. Seorang kawan guru yang cemerlang. Kami sekampung, berteman sejak SMP dan ketemu lagi saat kuliah. Saya pernah (dengan tidak tahu diri) numpang gratis beberapa bulan di kostnya. Adi sukses menerbitkan kumpulan cerpen 'Cincin Impian'.  Ia rupanya tidak cuma cakap mengajar. 12 cerpen di Cincin Impian membuktikan Adi juga mampu menata diksi dan meletakkan kata di tempat yang tepat.  Salah satu yang menarik, cerpen ke-11 tentang tiga datuk penyebar Islam pertama di tanah Sulawesi. Adi mengisahkannya dengan cara yang unik. Di antologi 'Perspektif...

Blaze dan Upaya Menemukan Metode BDR Efektif

Gambar
gambar: amazon.co.uk Akhir-akhir ini bocah saya yang baru 4 tahun, Hasan, paling senang nonton channel Nick JR. Hampir semua acaranya film kartun. Dari pagi buta sampai pagi lagi. Salahsatu kartun favoritnya Blaze and the Monster Machines. Blaze adalah seri animasi dengan muatan pendidikan. Bercerita tentang petualangan Blaze si mobil dan teman-temannya. Kartun ini disajikan interaktif, berbasis masalah sederhana, memancing anak belajar sains, teknologi, matematika dan logika dasar. Ada banyak kartun lain seperti Blaze di TV sekarang. Hasan hafal jam tayang Petunjuk Blue, Paw Patrol, Bubble Guppie, dan lain-lain. Hasilnya, Hasan (dan sepertinya juga rerata anak-anak seusianya) sudah mengenal angka 1-20, alfabet lengkap, menyebutkan rupa-rupa bentuk dan warna, bahkan beberapa kosakata Bahasa Inggris! Dalam pendidikan formal, itu semua baru dipelajari di TK hingga SD kelas 1-3. Tempo saya kanak-kanak dulu, yang dijejalkan di kepala kami adalah Sinchan yang mesum, Doraemon yang mengabulka...

Kenangan Singkat Bersama Riedl

Gambar
  Kabar duka beredar di pelbagai fanpage sepakbola tanah air malam ini (8/9). Mantan pelatih Timnas Indonesia Alfred Riedl berpulang pada usia 70 tahun. Kita di Sulsel, punya hubungan lumayan spesial dengan pelatih yang dikenal kalem ini. PSM Makassar adalah satu-satunya klub Indonesia yang pernah ia latih, meski hanya kurang dari 3 bulan. Makanya ingatan saya tentang pria Austria ini tidak begitu banyak. Penunjukannya sebagai pelatih PSM hampir bersamaan dengan ditugaskannya saya di desk PSM saat meniti karir jurnalis di FAJAR. Karena itu saya berkesempatan interview beberapa kali dengannya. Seingatku ia pelatih yang tidak pelit ke wartawan. Selepas sesi latihan pagi di Karebosi, ia selalu bersedia meladeni saat kami mencegat untuk wawancara. Bahkan beliau juga bersedia diganggu via BBM yang top saat itu. Modal pas-pasan berbahasa Inggris sungguh sangat membantu. Selama beberapa kali perjumpaan itu, air mukanya selalu datar. Hal yang sama sering disaksikan lewat TV, baik saat menu...

15 Tahun Desa Bone-bone Bebas Rokok

Gambar
Desa Bone-bone di Enrekang dikenal luas dengan larangan merokoknya. Kini sudah 15 tahun sejak aturan itu pertama kali diberlakukan, tahun 2005 silam.  Saya mengunjungi desa ini pekan lalu, saat menemani kawan dari Trans7 Hasrul Nawir meliput untuk program CNN Heroes. Kami ditemani pak Kabid Promosi Pariwisata pak Zulkarnain Surianto dan Om Ohe Magenta yang dengan murah hati meminjamkan drone-nya. Untuk kesana, butuh perjalanan sekira 1,5 jam dari pusat kota Enrekang. Lumayan jauh dan medannya menantang. Untungnya jalanan sudah dibeton mulus, dan pak Kadispopar berkenan meminjamkan Innova-nya. Desa ini berada di ketinggian kurang lebih 1500 Mdpl. Meski masih berada di kaki gunung Latimojong, namun udaranya sudah lumayan dingin. Untung saya pakai sweater, Hasrul menyesal meninggalkan jaket-nya di bagasi motor. Kami menyusuri jalanan yang membelah perbukitan, sambil menikmati pemandangan sawah terasering yang ditanami beras khas Pulu Mandoti. Beras yang hanya bisa tumbuh disekitar des...