Postingan

Saking Miskinnya, Dia Hanya Makan Jagung Kering

Gambar
M HARIS SYAH Lemoe Tidak begitu sulit menemukan rumah itu. Sebenarnya lebih pantas disebut gubuk. Berdiri ringkih dipinggir jalan Lingkar, Lemoe Parepare. Penulis mengunjunginya beberapa waktu lalu. Ada rasa khawatir saat menaiki anak tangganya yang keropos. Bisa ambruk sewaktu-waktu. Gubuk itu doyong ke kanan. Tiga batang potongan pohon menyangganya, sementara sisi kiri diikat tambang pada tiang listrik. Didalamnya tinggal nenek Deleng, orangtua berusia 70 tahun. Dia sedang mengeringkan jagung saat penulis menyapa salam. Belakangan penulis tau, jagung kering itu nantinya dia masak untuk dimakan layaknya nasi. “Ini untuk dimakan nak, kalau ada beras kita syukur, kalau tidak ada kita makan jagung lagi,” katanya. Kami berbincang diteras. Disamping gubuknya memang ada sawah tadah hujan. Tidak begitu luas. Kira-kira seukuran lapangan tenis. Sawah itu dia garap sendiri, tentu dengan dibantu tetangga sesama petani yang berbaik hati membajak sawahnya. Dipematang sawah itu ditanami...

Yang tersisa dari 10 November

Gambar
kakek tua itu berjalan ringkih terbungkuk-bungkuk.  Dia baru saja keluar dari gedung sederhana. Batiknya lusuh, dikepalanya terpasang kopiah pejuang berwarna orange, agak miring. Tangannya menenteng sebuah kantong Berisi beberapa bungkus mi instan dan dua lembar sarung berkualitas kw sekian... pemberian pejabat dalam rangka Hari Pahlawan Saya tidak mampu mereka-reka hatinya, Matanya yang keriput membuatku sulit menafsirkan ekspresinya Mungkin dia sedang bingung, atau justru ingin bilang 'persetan' yang kutau, lambung seorang kakek tentu riskan dijejali mi instan Saya tau itu... Hey Kau, Apa gerangan dipikiranmu ??? Mi instan itu kau beli dari anggaran negara yang mereka bela bertaruh nyawa,  Seharusnya mereka kini bisa lebih lega, makan sehat secukupnya, sambil duduk dipondoknya yang sederhana, menikmati masa tua... Kini demi menunjukan seakan kau PEDULI, ingin kau jejali perut mereka dengan mi instan berharga selembar uang dua ribuan? Lalu ...

Kisah Pasangan Lansia, Jual Becak untuk Beli Beras

Gambar
Tidak mampu membeli beras, pasangan orangtua lanjut usia (lansia) miskin di Parepare nekat menjual harta mereka satu-satunya, becak yang selama ini menjadi alat mencari nafkah. M HARIS SYAH Parepare Jumat siang terik. Hampir sejam penulis mengelilingi lingkungan di Jalan Mangga, Kelurahan Labukkang, Parepare. Kabar adanya pasangan lansia yang hidup menderita didaerah itu begitu cepat menyebar. Penulis akhirnya mendapati kontrakannya didalam lorong padat penduduk. Kontrakan 4x6 meter itu berlantai semen, atap dan dindingnya dari seng. Membuat panas terasa dua kali lipat. Ruangan sempit itu disekat dengan sebuah lemari tua. Dapur dibelakang, meski tidak banyak yang bisa dimasak disana. Sementara didepan digunakan sebagai kamar tidur, ruang tamu sekaligus tempat bekerja. "Masuk-ki nak, tidak ada kursi itu. Melantai ji orang disini," ujar seorang perempuan tua, Rapiah (65) yang menyambut kami. Dia mencoba tersenyum, namun getir, butir bening disudut matanya berkata la...

Kiat Bumi Lasinrang Raih Adipura Kedelapan

Gambar
Tahun lalu Kabupaten Pinrang gagal meraih Piala Adipura. Lambang supremasi kebersihan kota itu baru bisa direbut tahun ini, lewat sejumlah program. Adipura Buana yang kedelapan itu menjadi bukti pembenahan besar-besaran pada Dinas KPK. M HARIS SYAH Pinrang Sempat empat kali berturut-turut menjadi langganan penerima piala adipura (2011-2014), tahun 2015 lalu gelar itu lepas dari Bumi Lasinrang.  Kabupaten Pinrang menjadikan kegagalan itu sebagai titik awal pembenahan besar-besaran di bidang kebersihan. Bupati Pinrang Aslam Patonangi menunjuk 'Ahok'nya Pinrang, Aswadi Haruna menangani persoalan kebersihan. Salah satu yang menjadi fokus Aswadi sejak menjabat Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan Kebakaran (KPK) adalah perbaikan Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA). TPA yang terletak di Malimpung itu kini dilengkapi jembatan timbang, diklaim satu-satunya di Sulsel. "Jembatan timbang berfungsi mengukur kuantitas sampah yang diangkut, dari masing-masing kawasan sebelu...

Kiat Kota Parepare Meraih Adipura 2016

Gambar
Andalkan Program Peduli, Benahi TPA Salah satu item penilaian Piala Adipura adalah kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sebagai kota penerima Adipura, Pemkot berupaya menjadikan TPA di Lapadde sebagai tempat yang jauh dari kesan kotor. M HARIS SYAH Parepare Predikat kota bersih sempat lepas dari Parepare pada awal pemerintahan Walikota Taufan Pawe. Akhirnya dengan kerja keras dan pelbagai program terpadu, Piala Adipura kembali ke pangkuan Kota Habibie itu. Taufan-pun membeberkan kiat-kiatnya dalam mengejar Piala Adipura tahun ini. Taufan menyebut, jajarannya dia ajak bekerja dengan konsep kepedulian. Sehingga hampir seluruh program andalannya dalam meraih Adipura dia namai Peduli. Mulai dari kegiatan membersihkan Jumat Peduli, Peduli Lorong hingga Peduli Lingkungan. Hal itu membuahkan hasil sesuai harapan. Parepare menjadi penerima Piala Adipura 2016 kategori kota sedang . Yang pertama dilakukan Taufan adalah membenai TPa menjadi tempat yang terkelola baik. Semua standar...

Sayyid Jamaluddin, Arsitektur dan Ajaran Tarekat (Bag.4-Selesai)

Gambar
Jejak Sayyid Jamaluddin juga bisa ditemukan di Pinrang, tepatnya di Ujung Lero, kecamatan Suppa. Salah seorang keturunannya yang berdakwah hingga Lero, bernama Sayyid Hasan Sahil mendirikan Mesjid Al-Muhajirin dengan gaya arsitektur khas Persia. Kebanyakan orang mengetahui keunikan mesjid itu yang dibangun dengan 25 kubah, berdiri kokoh diatas bangunan tanpa sepotong-pun besi. Namun sangat jarang yang tau jika gayanya terinspirasi dari Persia. M HARIS SYAH Ujung Lero-Polman "Sayyid Hasan sempat menetap di Madinah, lalu berkelana ke beberapa daerah termasuk ke Persia, Roma, Irak, dan Suriah. Di daerah itu pula, beliau yang memang gemar menggambar belajar ilmu arsitektur. Sekembalinya disini, sekira tahun 1930 dia memugar langgar itu menjadi mesjid bergaya seperti ini," jelas salah satu cucunya, Ustad Yusuf Sahil. Yusuf membeberkan, Sayyid Hasan adalah anak dari Sayyid Alwi salah satu murid dari Sayyid Jalaluddin. Dari Sayyid Alwi pula ulama terkenal asal Mandar, Imam...

Sayyid Jamaluddin, Berjejak di Maudu Lompa hingga Tradisi Asyura (Bag.3)

Gambar
Budaya lokal Sulsel dari ujung ke ujung sangat kental dengan pengaruh kehadiran ulama generasi pertama. Setelah nenek moyang kita mengucapkan syahadatain, tradisi mereka-pun lambat laun berubah. M HARIS SYAH Maros-Parepare Salah satu yang bertahan hingga kini adalah perayaan maulid khas Cikoang, Takalar dan Tanralili, Maros. Perayaan hari lahir Nabi Muhammad dikedua daerah -yang cukup berjauhan- itu kerap disebut maudu lompoa dan maulid perahu. Mengapa perahu? apa hubungannya dengan ajaran Islam? Maulid perahu di Tanralili rutin digelar di Desa Damai. Sekira 500 perahu berlayar, berjejer ditancapkan ditanah lapang dan dijejali pelbagai jenis benda. Bukan hanya makanan, tetapi juga barang kebutuhan sehari-hari. Namun yang menarik, teka-teki mengapa perahu digunakan dalam maulid. Padahal Desa Damai sama sekali tidak punya korelasi dengan perahu, jika ditarik dari pesisir, jarak desa itu bisa sampai 35-40 km. "Warga juga tidak satupun  yang berprofesi sebagai nelayan, laut...