Postingan

Media Cetak dan Senjakala yang Datang Lebih Cepat

Gambar
Saya masih sangat hafal, harga majalah Bola Rp7000 medio 2005... Setiap Selasa dan Jumat,,, uang jajan di SMA mesti sy sisihkan, untuk sekadar tau bagaimana pergerakan klasemen Liga Italia dan Inggris, sudah diperingkat berapa tim kesayangan, Liverpool. Waktu itu belum ada livescore. Untuk berita lokalan, paling halaman pertama yg saya cari adalah sepakbola nasional. Sudah berapa gol yang dicetak Ronald Fagundez di PSM. Atau sok-sok'an membantah analisis canggih bung Ian Situmorang.. Beranjak kuliah, om yang saya tempati numpang tinggal berlangganan Kompas. Saya paling senang membaca kolom Kilasan Kawat Dunia. Isinya peristiwa-peristiwa unik dari manca negara. Gaya penulisannya yang ringkas padat juga menarik. Saat dipanggil masuk ruang dosen (paling sering gegara malas masuk kuliah, atau memprovokasi teman2 turun demo) yang pertama sy cari bukan dosennya, tetapi koran langganan kampus. Tribun Timur, FAJAR dan Parepos saat itu sudah hadir digantung rapi disudut ruangan. ...

Om Simon, dari Maumere Menantang Kerasnya Parepare

Gambar
M Haris Syah PAREPARE Namanya Simon, asli Maumere, Flores. Dia senang disapa Om Simon. Pria berkulit legam yang jika anda di Parepare, mungkin pernah anda dapati menyusuri jalan. Atau mungkin pernah mampir mengetuk rumah anda, menawarkan jasanya. Simon bekerja sebagai 'tukang kebun'. Setiap hari dia berjalan kaki dari rumah ke rumah menawarkan tenaganya membersihkan halaman rumah. Setiap hari pula, dia menenteng karung berisi bermacam-macam alat. Cangkul kecil, parang, sabit, juga ada gunting rumput. "Sampah, rumput, bahkan pohon juga bisa. Pokoknya sampai halamannya rumah bersih, saya bisa kerjakan," kata Simon, saat membersihkan halaman salah satu rumah di perumahan Yasmin Garden. Sebidang halaman untuk rumah tipe 36 hingga 45, bisa dia bersihkan dalam waktu 2 jam. Hasil kerjanya memuaskan, demikian kata salah satu warga. Upahnya berkisar Rp50ribu sampai Rp100 ribu. Saat upahnya itu disodorkan, dia tersenyum lebar memamerkan giginya yang putih. ...

Saking Miskinnya, Dia Hanya Makan Jagung Kering

Gambar
M HARIS SYAH Lemoe Tidak begitu sulit menemukan rumah itu. Sebenarnya lebih pantas disebut gubuk. Berdiri ringkih dipinggir jalan Lingkar, Lemoe Parepare. Penulis mengunjunginya beberapa waktu lalu. Ada rasa khawatir saat menaiki anak tangganya yang keropos. Bisa ambruk sewaktu-waktu. Gubuk itu doyong ke kanan. Tiga batang potongan pohon menyangganya, sementara sisi kiri diikat tambang pada tiang listrik. Didalamnya tinggal nenek Deleng, orangtua berusia 70 tahun. Dia sedang mengeringkan jagung saat penulis menyapa salam. Belakangan penulis tau, jagung kering itu nantinya dia masak untuk dimakan layaknya nasi. “Ini untuk dimakan nak, kalau ada beras kita syukur, kalau tidak ada kita makan jagung lagi,” katanya. Kami berbincang diteras. Disamping gubuknya memang ada sawah tadah hujan. Tidak begitu luas. Kira-kira seukuran lapangan tenis. Sawah itu dia garap sendiri, tentu dengan dibantu tetangga sesama petani yang berbaik hati membajak sawahnya. Dipematang sawah itu ditanami...

Yang tersisa dari 10 November

Gambar
kakek tua itu berjalan ringkih terbungkuk-bungkuk.  Dia baru saja keluar dari gedung sederhana. Batiknya lusuh, dikepalanya terpasang kopiah pejuang berwarna orange, agak miring. Tangannya menenteng sebuah kantong Berisi beberapa bungkus mi instan dan dua lembar sarung berkualitas kw sekian... pemberian pejabat dalam rangka Hari Pahlawan Saya tidak mampu mereka-reka hatinya, Matanya yang keriput membuatku sulit menafsirkan ekspresinya Mungkin dia sedang bingung, atau justru ingin bilang 'persetan' yang kutau, lambung seorang kakek tentu riskan dijejali mi instan Saya tau itu... Hey Kau, Apa gerangan dipikiranmu ??? Mi instan itu kau beli dari anggaran negara yang mereka bela bertaruh nyawa,  Seharusnya mereka kini bisa lebih lega, makan sehat secukupnya, sambil duduk dipondoknya yang sederhana, menikmati masa tua... Kini demi menunjukan seakan kau PEDULI, ingin kau jejali perut mereka dengan mi instan berharga selembar uang dua ribuan? Lalu ...

Kisah Pasangan Lansia, Jual Becak untuk Beli Beras

Gambar
Tidak mampu membeli beras, pasangan orangtua lanjut usia (lansia) miskin di Parepare nekat menjual harta mereka satu-satunya, becak yang selama ini menjadi alat mencari nafkah. M HARIS SYAH Parepare Jumat siang terik. Hampir sejam penulis mengelilingi lingkungan di Jalan Mangga, Kelurahan Labukkang, Parepare. Kabar adanya pasangan lansia yang hidup menderita didaerah itu begitu cepat menyebar. Penulis akhirnya mendapati kontrakannya didalam lorong padat penduduk. Kontrakan 4x6 meter itu berlantai semen, atap dan dindingnya dari seng. Membuat panas terasa dua kali lipat. Ruangan sempit itu disekat dengan sebuah lemari tua. Dapur dibelakang, meski tidak banyak yang bisa dimasak disana. Sementara didepan digunakan sebagai kamar tidur, ruang tamu sekaligus tempat bekerja. "Masuk-ki nak, tidak ada kursi itu. Melantai ji orang disini," ujar seorang perempuan tua, Rapiah (65) yang menyambut kami. Dia mencoba tersenyum, namun getir, butir bening disudut matanya berkata la...

Kiat Bumi Lasinrang Raih Adipura Kedelapan

Gambar
Tahun lalu Kabupaten Pinrang gagal meraih Piala Adipura. Lambang supremasi kebersihan kota itu baru bisa direbut tahun ini, lewat sejumlah program. Adipura Buana yang kedelapan itu menjadi bukti pembenahan besar-besaran pada Dinas KPK. M HARIS SYAH Pinrang Sempat empat kali berturut-turut menjadi langganan penerima piala adipura (2011-2014), tahun 2015 lalu gelar itu lepas dari Bumi Lasinrang.  Kabupaten Pinrang menjadikan kegagalan itu sebagai titik awal pembenahan besar-besaran di bidang kebersihan. Bupati Pinrang Aslam Patonangi menunjuk 'Ahok'nya Pinrang, Aswadi Haruna menangani persoalan kebersihan. Salah satu yang menjadi fokus Aswadi sejak menjabat Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan Kebakaran (KPK) adalah perbaikan Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA). TPA yang terletak di Malimpung itu kini dilengkapi jembatan timbang, diklaim satu-satunya di Sulsel. "Jembatan timbang berfungsi mengukur kuantitas sampah yang diangkut, dari masing-masing kawasan sebelu...

Kiat Kota Parepare Meraih Adipura 2016

Gambar
Andalkan Program Peduli, Benahi TPA Salah satu item penilaian Piala Adipura adalah kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sebagai kota penerima Adipura, Pemkot berupaya menjadikan TPA di Lapadde sebagai tempat yang jauh dari kesan kotor. M HARIS SYAH Parepare Predikat kota bersih sempat lepas dari Parepare pada awal pemerintahan Walikota Taufan Pawe. Akhirnya dengan kerja keras dan pelbagai program terpadu, Piala Adipura kembali ke pangkuan Kota Habibie itu. Taufan-pun membeberkan kiat-kiatnya dalam mengejar Piala Adipura tahun ini. Taufan menyebut, jajarannya dia ajak bekerja dengan konsep kepedulian. Sehingga hampir seluruh program andalannya dalam meraih Adipura dia namai Peduli. Mulai dari kegiatan membersihkan Jumat Peduli, Peduli Lorong hingga Peduli Lingkungan. Hal itu membuahkan hasil sesuai harapan. Parepare menjadi penerima Piala Adipura 2016 kategori kota sedang . Yang pertama dilakukan Taufan adalah membenai TPa menjadi tempat yang terkelola baik. Semua standar...