Postingan

Ajarkan Berkebun di Lahan Sempit

Gambar
*Dari Makassar Green Culture Festival Kata 'berkebun' biasanya diasosiasikan dengan pedesaan dan tanah yang luas. Namun Komunitas Makassar Berkebun mencoba menerapkan urban farming ditengah perkotaan memanfaatkan lahan sempit. Hal tersebut coba diajarkan lewat Makassar Green Culture Festival M HARIS SYAH Fort Rotterdam Suasana Benteng Fort Rotterdam Jumat sore kemarin, 14 Nopember lebih ramai dari biasanya. Ditengah benteng dipamerkan berbagai jenis tanaman dalam pot, sayur-sayuran, serta tanaman merambat. Di beberapa sudut terlihat anak-anak kecil tengah asik mewarnai gambar, sementara di sudut lain pengunjung dewasa tengah menyimak pemaparan tentang urban farming dari Komunitas Makassar Berkebun. Itulah sepenggal aktivitas di acara Makassar Green Culture Festival. Event ini memberi edukasi kepada masyarakat, anak-anak hingga dewasa tentang pemanfaatan lahan sempit perkotaan untuk berkebun, atau biasa disebut urban farming. "Karena itu kami mengundang mulai dari anak T...

Peringatan Hari Pangan Sedunia di Maccini Sombala of Indonesia

Gambar
Sedot 20 Ribu Pengunjung Peringatan Hari Pangan Sedunia berakhir hari ini. Event tahunan ini dimeriahkan oleh duapuluh kabupaten kota se-Sulsel serta 34 Provinsi se-Indonesia. Mereka memamerkan ratusan jenis produk dan tanaman hortikultura ramah lingkungan di taman Maccini Sombala of Indonesia (MoI). M Haris Syah Maccini Sombala of Indonesia Panasnya cuaca Makassar siang kemarin hampir tidak terasa di Taman Maccini Sombala of Indonesia (MoI). Udara sejuk yang keluar dari aneka jenis tanaman hortikultura membuat pengunjung betah berlama-lama di taman seluas 24 hektar ini. Meski harus berkeliling cukup jauh, pengunjung tak lelah karena dimanjakan pemandangan menarik disetiap sudut taman. Saat memasuki MoI, nuansa alami langsung tersaji dengan berbagai jenis tanaman. Pinggiran jalan setapak dihiasi jenis tanaman rerumputan, sementara di jembatan dipenuhi tanaman merambat. Ditengah-tengah taman juga tertata rapi puluhan jenis tanaman. Mulai dari kaktus yang dibagikan gratis, hingga bonsa...

Biar Beras Hangus, Yang Penting Masih Bisa dimakan

Gambar
Mereka Yang Mengais Sisa-sisa Kebakaran Hartaco M Haris Syah Parang Tambung Hari kedua pasca kebakaran hebat di Pasar Parang Tambung dan Kompleks Hartaco, asap masih terlihat mengepul di beberapa sudut. Tanah masih juga hitam, bau khas hangus terasa menyengat. Masker yang dibagikan relawan tidak cukup membantu. Kanal Parang Tambung, yang sebelumnya tertutup lapak berjejer kini terlihat jelas. Airnya yang berwarna hitam menggenang, tidak mengalir karena disesaki sampah. Seorang pria paruh baya terlihat mengais ditengah kubangan kanal itu. Tidak ia pedulikan penulis yang tengah memperhatikannya. Ia baru menoleh saat penulis menawarkan air minum padanya. "Ini dek siapa tau masih ada yang bisa diambil, karena semalam tidak bisa maki selamatkan apa-apa," katanya. Sarifuddin, begitu ia perkenalkan diri. Sarifuddin adalah salah satu pedagang beras korban kebakaran. Dua petak lapaknya dulu berdiri diatas kanal Parang Tambung. Tangan kirinya menenteng karung kecampang berwarna cokla...

Mengaji, Ruko Sugeng Selamat dari Kebakaran

Gambar
Api seperti berputar diudara, mengikut hembusan angin, menyambar hingga seberang jalan M HARIS SYAH Parang Tambung Rutinitas Anca dan Fitiriani, pasangan suami istri yang memiliki sepetak lapak sempit dibilangan Hartaco berlangsung normal. Sebagaimana biasanya, setelah menitip anak mereka pada pamannya, Syamsir. Mereka bergegas membuka lapak. Berjualan segala macam dari pagi hingga malam menjelang. Namun hari Selasa malam kemarin, semuanya berubah. Sebagaimana kebiasaan mereka saat pasar sudah sepi, Anca akan megisi ulang botol-botol bensin yang ia pajang di depan lapaknya. Sementara Fitriani, tak jauh didekat sang suami, mengemas pakan ternak dalam kemasan-kemasan plastik kecil yang direkatkan dengan nyala lilin. Kemarau membuat angin berhembus lebih keras dari biasanya malam itu. Karena itu pula, sekira pukul 21.00 wita api lilin yang dipakai fitri menyambar bensin yang tengah dituang Anca. Dalam sekejap, api membesar, dipicu bensin dalam botol berjejer yang terbakar satu persatu....

Langgar Petuah, Rambah Hutan Terlarang

Gambar
Gunung idealnya menjadi sumber air yang kaya, namun warga kaki gunung Bawakaraeng justru kesulitan air untuk kebun mereka M HARIS SYAH Gunung Bawakaraeng Senyum senantiasa terpancar di wajah Hartati. Ia dengan ramah menjawab pertanyaan penulis yang mengunjungi kebunnya, Kamis 11 September lalu. Kebun Hartati berada di kaki Gunung Bawakaraeng, tepatnya di desa Bulu Balea. Sekitar 15 km dari Malino. Sambil membersihkan daun bawang, Ia bercerita, berkebun adalah mata pencaharian utama masyarakat desa ini. Mereka mengandalkan air dari pegunungan untuk menyirami sayuran, utamanya dimusim kemarau seperti saat ini. Namun, akhir-akhir ini, pasokan air dari gunung berkurang. Musim kemarau biasanya bukan kendala bagi mereka untuk berkebun, tapi saat ini mereka kadang kesulitan air. Untungnya, wakil mereka di DPRD Gowa, H Rapping berkenan membuatkan bak penampungan air, sehingga bisa sedikit tertolong. Dirinya menyebut, kesulitan air ini selalu dialami selama beberapa kemarau terakhir salah sat...

Hanya 20 menit, Kembali Beraktivitas

Gambar
Dari Rumah Sunatan Sistem Klamp *) Hanya 20 menit, Kembali Beraktivitas Metode khitanan semakin bervariasi saja, salah satunya Rumah Sunatan. Mengandalkan sistem Klamp, diklaim cepat, bersih, dan tanpa darah M HARIS SYAH Plaza Alauddin Hanif, bocah lima tahun asal Gowa, Rabu pagi 3 September, terlihat ragu mengikuti langkah ibunya, Eka. Ia bersembunyi dibalik punggung Ibunya saat memasuki sebuah klinik bercat merah kuning. Pagi itu, Eka berencana mengkhitan buah hatinya. Begitu memasuki klinik, ekspresi Hanif perlahan berubah. Ia terlihat kegirangan saat ditawari bermain Playstation oleh Ana, penanggung jawab klinik. Terletak di bilangan Plaza Alauddin, tempat ini jauh dari kesan sebuah klinik. Tidak ada warna khas putih-putih. Termasuk beberapa dokter dan perawat yang ada disini semuanya memakai warna-warna cerah. Sementara Hanif bermain game, Eka mengisi formulir rekam medik dengan Ana. Setelah itu, Hanif dibawa ke lantai dua. Berbagai gambar tokoh superhero melapisi dinding tangga...

2500 Kantong Darah Dalam Enam Jam

Gambar
Dari Donor Darah HUT 69 TNI Disini, kami hanya menyumbangkan sekantung darah. Di medan perang, jangankan sekantung, setiap tetes darah siap kami berikan. bahkan hingga kering, hanya untuk tanah air Indonesia. Selamat Ulang Tahun ke-69 TNI M HARIS SYAH Lapangan Hasanuddin Kerumunan manusia memadati Lapangan Hasanuddin pagi kemarin. Kebanyakan diantara mereka berpakaian hijau-hijau, seragam kebanggaan tentara. Teratur, mereka antri dibawah tenda-tenda yang juga berwana hijau pekat. Salah satunya adalah Akbar, tentara berpangkat Pratu ini terlihat ikut dalam antrian. Segera setelah menyelesaikan urusan disatu tenda, ia beranjak ke tenda lainnya. Hingga sampai di tenda terakhir dengan pembaringan khusus . Disana Akbar merebahkan badan, bajunya ia singsingkan hingga ke lengan. 250 cc darahnya ia donorkan hari itu. Pratu Akbar dihadapi oleh dr Kurniati, seorang dokter muda dari UTD Provinsi Sulsel. Sambil berbaring, Akbar berkenan berbagi cerita dengan penulis. Ia mengaku sudah beberapa k...