Postingan

Babinsa Sukses Berantas Miras di Barrang Lompo

Gambar
M Haris Syah Pulau Barrang Lompo Jika di Kota Makassar sedang rawan-rawannya tindak kriminal, tidak demikian halnya di Pulau Barang Lompo. Gugus pulau terluar Makassar tersebut saat ini diklaim jauh lebih aman dan nyaman sebagai tempat tinggal. Hal tersebut disampaikan Babinsa Pulau Barang Lompo, Serda Syamsuddin. Menurutnya Barang Lompo dulunya juga marak tindak kriminal, seperti pencurian dan perkelahian. Hal tersebut disebabkan, terdapat puluhan pengoplos minuman keras (miras) sehingga warga dapat dengan mudah mabuk dan bertindak mengganggu keamanan dan ketertiban. "Tercatat, terdapat 15 hingga 20 penjual miras oplosan. Mereka beli miras jenis Sopi asal Maluku, kemudian dioplos dengan bir. Kalau sudah mabok berat, pasti kacau lagi," kata Syamsuddin. Selama setahun terakhir, Babinsa menggandeng lurah dan tokoh masyarakat lain untuk berkomitmen memberantas miras tersebut. Mereka melakukan pendekatan persuasif dengan cara mendatangi penjual dari pintu ke pintu. "Kami b...

Menengok Upaya Pemkab Luwu Promosikan Kopi Bisang

Gambar
(foto: Idham Ama/FAJAR) Calon Pengantin Wajib Tanam 300 Pohon M HARIS SYAH Belopa Akhir pekan lalu, penulis mendapat kesempatan berkunjung ke Kabupaten Luwu, dalam rangkaian acara ulang tahun ke sembilan Kota Belopa. Puncak acaranya, Luwu Music Festival dipusatkan di Lapangan Andi Djemma. Siang itu, di pendopo lapangan ada ramah tamah dengan Bupati Luwu, HA Mudzakkar. Duduk bersila disamping Bupati, pria dan wanita paruh baya yang wajahnya tidak asing. Ia adalah drummer beken, Gilang Ramadhan dan penyanyi jazz Syaharani. Didepan mereka tersaji kopi dalam beberapa gelas berukuran sedang. Silih berganti, mereka menyeruput kopi itu. "Rasanya khas, efeknya cepat terasa," kata Gilang Syaharani lain lagi. Ia meminta kopi pekat disajikan tanpa gula. "Nah, ini baru kopi. Enak, ya kopi bisang, saya suka," kata Rani. Respon Gilang dan Syaharani setelah mencoba kopi itu disambut dengan senyum dari bupati. Cakka, sapaan akrab HA Mudzakkar pun berkenan menceritak...

Gilang dan Tari Sumengo

Gambar
Kolaborasi Skill Gilang dan Eksotika Tari Sumengo M Haris Syah Luwu Music Festival Skill bermain drum seniman senior, Gilang Ramadhan sukses memukau ribuan warga Kabupaten Luwu, malam tadi Selasa 17 Februari. Kolaborasinya dengan Komodo Band, Sanggar Tari Pantilang Mamali dan pelukis Zainal Beta berhasil menyita perhatian penonton Luwu Music Festival. Festival malam tadi dibuka dengan penampilan musik bambu khas Luwu, disusul tarian tradisional Luwu masing-masing tari Pajaga Lili, Tari Mabbalindo, Tari Sumengo serta gemulai penari Paggendang dari Sanggar Tari Pantilang Mamali serta Padinginan Walenrang Barat Gilang? sukses memadukan hentakan drum modern dengan eksotika tari tradisional. Penampilan pelukis tanah liat Zainal Beta diwaktu bersamaan menambah unik pertunjukan tersebut. "Ini baru pertama kali, sebuah kolaborasi perayaan ulang tahun ke-9 kota Belopa dengan sentuhan modern, sekaligus mengangkat seni budaya sendiri," kata Bupati Luwu H Andi Mudzakkar disela-sela fes...

Obsesi Museum Gilang Ramadhan

Gambar
M Haris Syah Belopa Drummer Gilang Ramadhan akhir-akhir ini tengah giat mengangkat kembali seni budaya lokal Indonesia. Saat ini, ia menggagas pembangunan museum seni budaya di Ubud, Bali. Gilang menagih janji Presiden Joko Widodo, saat dirinya kerap dipanggil mengisi konser sebelum Pilpres tahun lalu. Saat itu, ia mengutarakan niatnya membangun museum tersebut kepada Jokowi dan mendapat respon positif. "Saat itu beliau mengatakan seni budaya tradisional Indonesia harus dipelihara, karena itu beliau sepakat ide pendirian museum seni budaya itu," ujar Gilang saat ditemui FAJAR di Luwu Expo, 17 Februari lalu. Museum itu, kata Gilang akan menjadi pusat promosi dan informasi tentang seni budaya Indonesia, mulai dari nyanyian, tari-tarian hingga alat musik tradisonal. Kota Ubud dipilih bukan karena hanya seni budaya Bali yang ingin ia angkat, tetapi kota tersebut menjadi destinasi wisatawan mancanegara. Puncak kunjungan wisatawan pada bulan Juli hingga Desember menjadi momen pas...

Akik Yaman, Simbol Persatuan Mahzab

Gambar
M Haris Syah Makassar Seorang kawan bertanya sinis kepada kawan lainnya, "Mengapa kau begitu percaya bahwa memakai cincin itu akan memberi manfaat dan kekuatan buatmu ?". Kawan yang memakai cincin menjawab dengan tenang. "Aku percaya air yang kugunakan berwudhu memiliki kekuatan mensucikan, padahal air itu hanyalah benda mati sama seperti batu,". Memang, pro dan kontro manfaat memakai cincin sedang hangat-hangatnya dibahas. Pertanyaan mengenai hukumnya dalam Islam, hadir seiring nge-tren-nya cincin berbatu akik, utamanya jenis bacan dikalangan pria. Dipercaya atau tidak, anjuran memakai cincin dapat ditemui dalam pelbagai riwayat. Menariknya, tidak ada satupun riwayat yang men-sunnah-kan bacan. Justru yang kerap ditemui dalilnya adalah sunnah memakai cincin akik yaman. Lebih menarik lagi, dalil tersebut tidak hanya dijumpai pada hadis-hadis ahlulbiat (hadis yang diriwayatkan 12 keturunan Rasulullah saw). Dikalangan mahzab ahlussunnah-pun, hadis yang menganjurkan...

Kejujuran Rp10 Miliar

Gambar
Kisah Tentara Jujur di Perbatasan Sulbar-Sulteng Aksi heroik Serka Denny S Revie, yang berhasil menggagalkan perampokan Rp10 miliar ramai menuai pujian. Disisi lain, Babinsa yang bertugas di perbatasan Sulbar-Sulteng memang tiap hari berhadapan dengan tugas berat, bersama dua rekannya, ia menjaga 4000 warga di 15 desa terpisah. M Haris Syah Makodam VII/Wirabuana Mengenakan seragam loreng khas tentara, Serka Denny menemui awak media di Markas Kodam VII/Wirabuana, Senin 26 Januari. Ia terlihat ramah meladeni pertanyaan satu per satu. Meski bukan pertama kalinya ia berhadapan dengan wartawan, tetapi tetap saja ia terlihat kikuk disorot belasan kamera. Kepada FAJAR, Serka Denny secara khusus berkenan menceritakan suka duka menjadi Babinsa di perbatasan Sulbar-Sulteng. Tidak hanya bertugas menjaga 10 desa dengan 4000 penduduk, namun juga mengamankan perbatasan kedua provinsi. Tugas itu telah ia emban selama enam tahun terakhir. Ia bertutur, 10 desa di wilayah pengamana Kodim 05/1428 Mamu...

Momentum Kebangkitan Perahu Kayu

Gambar
- Dari Peringatan Maulid Bahari di Paotere - Kapal Kayu Layar yang dulu menjadi simbol keperkasaan Makassar kini terkesan diabaikan. Namun, mereka yang berada dalam naungan Pelayaran Rakyat (Pelra) menyita perhatian dengan menggelar Maulid Bahari M Haris Syah Pelabuhan Paotere Suasana pelabuhan Paotere, Rabu pagi terlihat berbeda dari biasanya. Tiga tenda besar terbentang di tepi pelabuhan. Satu diantaranya berdiri lebih tinggi dan dihias mirip kapal phinisi berwarna putih bersih. Ratusan orang berbusana muslim duduk disana, sementara ratusan lainnya harus berdiri dipinggir dermaga, sebagian lain nangkring diatas kapal masing-masing. Paotere tengah dalam hajatan besar. Maulid Bahari, demikian mereka menyebutnya. Mereka yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pelayaran Rakyat (Pelra) Makassar menggagas maulid di dermaga tersebut, membuat ratusan nelayan memilih tidak melaut demi mengikuti acara, meski cuaca pagi kemarin sangat cerah. Dermaga itu dipilih dengan harapan potensi...